Kamis, 10 Oktober 2013

Wahana Mars Express Temukan Tiga Lapisan Ozon di Mars

Selama sepuluh tahun terakhir wahana ESA, Mars Express telah mengamati struktur atmosfer di planet Mars. Dan hasilnya ditemukan adanya tiga lapisan ozon yang terpisah dan masing-masing memiliki karakter tersendiri. Hasil dari pengamatan Mars Express kemudian dibandingkan dengan data hasil permodelan komputer dan didapat data yang menjelaskan bagaimana sirkulasi atmosfer dapat menciptakan lapisan ozon di atas kutub selatan planet tersebut.

Ozon atau O3 terbentuk dari gas oksigen yang memiliki tiga atom. Di permukaan Bumi ozon adalah sebuah polutan, tapi di atmosfer, ozon dapat melindungi Bumi dari sinar UV (ultraviolet). Tapi sayang molekul ozon ini mudah sekali ditembus oleh sinar UV dan oleh reaksi kimia dari hidrogen yang dihasilkan dari fotolisis (pembelahan) molekul air.

Pada sekitar tahun 1970-an tidak ada yang mengetahui apakah lapisan ozon juga ada diplanet lain selain Bumi sebelum akhirnya ozon juga ditemukan di planet Venus pada misi ESA's Venus Express dan di Mars oleh Mars Express.

Di planet Mars lapisan ozon lebih tipis 300 kali dari pada lapisan ozon Bumi tapi hal itu berbeda di beberapa tempat. Dengan menggunakan instrumen SPICAM UV Spectrometer yang melekat pada Mars Express di dapat fakta bahwa di Mars dua lapisan ozon berada pada ketinggian antara 30-60 km ditemukan di daerah utara planet itu pada musim semi dan panas saja. Sedangkan lapisan ketiga ditemukan berada di kutub selatan pada ketinggian 40-60 km hanya pada musim dingin saja.

Saat Mars berada pada perihelion dan lebih dekat 40 juta km dengan Matahari, mempengaruhi jumlah uap air di atmosfer sebab udara yang lebih hangat memiliki lebih banyak uap air. Hasilnya bisa mempengaruhi molekul hidrogen radikal yang bisa merusak lapisan ozon.

Reaksi fotolisis hanya bisa terbentuk pada ketinggian di atas 25 km, maka pada musim dingin beberapa molekul radikal penghancur ozone lebih banyak berada di belahan utara, maka di belahan selatan akan terbentuk lapisan ozon. Oleh sebab itu lapisan ozone Mars banyak terbentuk di bagian selatan.

SPICAM (Spectroscopy for Investigation of Characteristics of the Atmosphere of Mars) memungkinkan para ilmuwan untuk meneliti bagaimana cahaya Matahari menembus atmosfer Mars pada ketinggian yang berbeda-beda. Rencananya penelitian atmosfer Mars oleh wahana Mars Express masih akan terus dilanjutkan sampai akhir 2016

Referensi : astronomi.us
yovi adyuta Astronomi
Senin, 07 Oktober 2013

Nokia Gunakan Petir untuk Charger Ponsel


SOUTHAMPTON - Peneliti dari University of Southampton bekerja sama dengan Nokia membuat charger ponsel nirkabel dengan tenaga petir. Peneliti mengubah kilatan petir menjadi sumber daya pengisi baterai ponsel Nokia.

Dalam tahap pengujian di laboratorium, peneliti menciptakan petir dengan menyalurkan listrik berkekuatan 200 ribu volt. Kekuatan listrik sebesar itu merupakan tegangan yang biasanya terdapat pada petir. Dari petir buatan tersebut disematkan pula transformator untuk mengirimkan sinyal berisi daya petir.

Sebuah alat seperti trafo yang bertugas menerima sinyal dari tenaga petir juga disematkan pada ponsel Nokia. Yang mana alat tersebut mampu mengisi baterai ponsel.

"Sebagai perusahaan pertama yang memperkenalkan sistem pengisian daya baterai dengan nirkabel, kami percaya bahwa penelitian ini berpotensi untuk memunculkan ide-ide baru tentang sistem charging di masa datang," kata wakil presiden Nokia, Chris Weber, sebagaimana dikutip Mashable, Minggu (6/10/2013).

"Temuan ini membuktikan kepada kita bahwa ponsel juga bisa di-charge melalui sinyal. Dan ini adalah langkah besar yang membuat kita jadi paham bahwa kekuatan alam seperti petir bisa kita manfaatkan sebagai sumber energi," Neil Palmer, kepala penelitian dari University of Southampton menambahkan.
yovi adyuta Gadget, Teknologi
Jumat, 04 Oktober 2013

Wahana Cassini Temukan Bahan Pembuat Plastik di Atmosfer Titan

Wahana Cassini yang mengorbit planet Saturnus berhasil menemukan propylene / propilena, bahan kimia yang biasa digunakan untuk pembuatan bahan pembuat plastik wadah makanan / minuman, bemper mobil dan produk plastik lainnya di bulan Saturnus, Titan.

Temuan ini menjadi temuan pertama adanya bahan pembuat plastik di obyek lain selain Bumi. Propylene/ propilena ditemukan di atmosfer Titan dengan menggunakan instrumen CIRS (Cassini's Composite Infrared Spectrometer) yang melekat pada Cassini. Instrumen tersebut mengukur cahaya inframerah atan panas radiasi yang dipancarkan oleh Saturnus dan Titan. Mirip dengan cara kulit kita merasakan hangatnya api begitu dekat dengannya.

Dengan membatasi sinyal yang sama pada berbagai ketinggian atmosfer, peneliti sangat yakin bahwa apa yang mereka temukan adalah propilena. Tulisan tentang hal ini dimuat dalam jurnal Astrofisika edisi 30 September 2013.

"Bahan kimia ini sangat erat hubungannya dalam kehidupan kita sehari-hari dan diolah menjadi plastik polypropylene (polipropilena)," ucap Conor Nixon ilmuwan planet dari NASA Goddard Space Flight Center.

Instrumen CIRS mampu mengidentifikasi gas tertentu yang terdapat di lapisan bawah atmosfer. Yang menjadi tantangan adalah bagaimana cara untuk membedakan dan mengidentifikasi antara gas satu dengan gas lainnya.

Pada tahun 1980 saat wahana Voyager 1 melintasi Saturnus, ia mengidentifikasi banyak gas di atmosfer Titan yang tampak kecoklatan dan kabur. Kala itu wahana Voyager 1 mengidentifikasinya sebagai hidrokarbon, bahan penyusun minyak Bumi dan bahan bakar fosil lainnya di Bumi. Di Titan, hidrokarbon terbentuk setelah sinar Matahari memanaskan metana. Saat itu Voyager juga berhasil menemukan propana, dan propina sedangkan propilena tidak. Akhirnya Cassini yang berhasil menemukannya. "Keberhasilan ini meningkatkan kepercayaan diri kita bahwa kita akan menemukan lebih banyak materi kimia yang tersembunyi di atmosfer Titan," ungkap ilmuwan NASA, Michael Flasar.
yovi adyuta Pengetahuan
Kamis, 03 Oktober 2013

Windows 8.1 Sudah Bisa Dipakai

Setelah dikembangkan dan memasuki tahap RTM pada bulan Agustus 2013 lalu, Microsoft akhirnya mulai bersiap untuk merilis Windows 8.1. Sistem operasi tersebut sekarang sudah bisa dipesan melalui Microsoft Store dan akan dirilis pada tanggal 18 Oktober 2013 mendatang.

Microsoft menyediakan pre-order Windows 8.1 untuk pengguna sistem operasi Windows 7. Sistem operasi terbaru dari Microsoft ini tersedia dalam bentuk DVD dengan harga 119,99 dolar. Sementara itu pengguna Windows 8 bisa melakukan upgrade gratis mulai tanggal 17 Oktober mendatang.

Pengguna Windows XP dan Vista tidak bisa melakukan upgrade ke Windows 8.1 secara langsung tetapi harus membeli sistem operasi Windows 8 terlebih dahulu. Setelah sistem operasi Windows 8 terpasang di PC atau laptop maka pengguna bisa melakukan upgrade gratis ke Windows 8.1.
yovi adyuta News, Teknologi